Showing posts with label Android. Show all posts
Showing posts with label Android. Show all posts

Evolusi Versi OS Android Dari Dulu Hingga Sekarang

19:22 1 Komentar
Istilah smartphone tidak bisa lepas dari dua sistem operasi yang menandai popularitasnya, yakni iOS buatan Apple dan Android buatan Google. Pada awal mulanya, Apple meluncurkan iPhone pertama bersistem operasi iOS (iPhone OS 1) pada 2007 silam. Setahun setelahnya pada tahun 2008, Android pertama untuk smartphone lahir dan disematkan pada HTC Dream.

Perbedaan paling signifikan antara iOS dan Android tampak pada prinsip keterbukaannya. Apple memilih menciptakan iOS secara eksklusif untuk iPhone, sementara Google membuat Android secara terbuka untuk semua vendor yang ingin bekerja sama.

Prinsip tersebut yang membuat android menjadi sistem operasi paling populer sampai saat ini. Perjalanan Android pun sudah sampai ke generasi kedelapan dalam sepuluh tahun terakhir. Berikut ini sejarah Evolusi Versi OS Android dari dulu hingga sekarang.

1. Android 1.0 (2008)

Sistem operasi ini bisa dibilang sebagai Android yang masih sangat sederhana. Pengguna diajak beradaptasi dengan peradaban baru dalam mencoba sebuah perangkat telekomunikasi mobile.

Jika hari ini kita terbiasa menggulir layar kebawah untuk melihat notifikasi, perlu diketahui bahwa asal-muasalnya dari Android 1.0 ini. Sebab, di versi inilah Google untuk pertama kalinya memperkenalkan mekanisme pengecekan notifikasi yang kerap diistilahkan pull-down notification tersebut.

Selain notifikasi, dua komponen pada Android 1.0 yang masih digunakan hingga kini adalah widget aplikasi, serta toko aplikasi Google Play Store yang kala itu masih bertajuk "Market".

Sistem operasi ini juga menyatukan layanan Gmail. Dua aplikasi tersebut, Gmail dan Market menjadi layanan bawaan paling purba yang dibuat Google pada Android 1.0.

2. Android 1.5 Cupcake (2009)

Ini adalah debut versi Android yang menggunakan nama kudapan manis. Tradisi tersebut dipertahankan hingga sekarang.

Pada Cupcake, Google juga memperkenalkan SDK widget untuk developer pihak ketiga. Gunanya adalah agar aplikasi pihak ketiga bisa memiliki widget sendiri layaknya aplikasi bawaan Google.

Dua pembaruan signifikan pada Cupcake juga meliputi kemampuan perekaman video dengan kamera ponsel, serta kemampuan keyboard layar sentuh.

3. Android 1.6 Donut (2009)

Masih di tahun yang sama, Google tak sabar untuk menghadirkan Android baru bertajuk "Donut" kala itu. Pada versi ini, Google mengumumkan bahwa Android bisa digunakan untuk perangkat mobile dengan ukuran layar berapa saja.

Android Donut juga memunculkan kolom pencarian pada antarmuka ponsel. Pengguna bisa mencari informasi di internet, file lokal, kontak, dan apa saja secara lebih cepat dengan kolom pencarian tersebut.

4. Android 2.0 Eclair (2009)

2009 memang merupakan tahun produktif bagi Google dalam mengembangkan sistem operasi. Eclair menjadi Android pertama yang menghadirkan layanan navigasi Google Maps.

Sistem tersebut menjadi awal mula era GPS yang sekarang bukan hanya ada di ponsel, melainkan juga di mobil-mobil modern. Eclair juga menjadi Android pertama yang mendukung HTML5 pada perambanan sehingga bisa memutar video.

Kemampuan membuka layar alias unlock-screen dengan mekanisme menyapu atau swipe juga diperkenalkan pada Eclair.

5. Android 2.2 Froyo (2010)

Tahun 2010, selain meluncurkan Android Froyo, Google juga menghadirkan ponsel Nexus pertama yang dinamai "Nexus One". Ada berapa pembaruan pada Froyo dibandingkan pendahulunya. Tentu saja pengguna Nexus One menjadi yang pertama mendapat update Android tersebut.

Dari segi tampilannya, Android Froyo memungkinkan lima panel layar depan alias home screen. Sebelumnya, batas panel hanya sampai tiga saja.

Froyo juga menambah pilihan kemanan penguncian bagi pengguna. Dari yang sebelumnya cuma penguncian pola (pattern lock), belakangan dilengkapi dengan opsi penguncian PIN atau PIN Lock.

6. Android 2.3 Gingerbread (2010)

Menyadari kebutuan netizen akan selfie, Google pun membangun versi Gingerbread dengan kemampuan kamera depan untuk membidik foto mandiri. Pada versi ini, pengguna juga bisa melihat desain ulang antarmuka yang cukup signifikan.

Selain itu dari segi fungsi, Gingerbread memungkinkan pengguna menekan keyboard virtual secara bersamaan alias multi touch. Kemampuan ini dipertahankan hingga sekarang dengan berbagai peningkat kinerja.

7. Android 3.0 Honeycomb (2011)

Sistem operasi ini mendukung kemampuan tombol virtual untuk home, back, dan menu untuk pertama kalinya. Sasarannya pun lebih ke perangkat tablet dibandingkan smartphone. Pada masa itu, memang pasar tablet sedang subur-suburnya.

8. Android 4.0 Ice Cream Sandwich (2011)

Versi ini memboyong kemampuan pada Honeycomb tapi lebih menyasar kepada smartphone. Contohnya saja kemampuan tombol virtual yang hingga sekarang banyak diimplementasikan para vendor.

Beberapa pembaruan fitur lainnya mencakup kemampuan membuka layar menggunakan wajah (face unlock), analisa penggunaan data internet, serta paket aplikasi bawaan dari vendor yang mencakup kalendar, mail, kalkulator, dan lainnya.

9. Android 4.1 Jelly Bean (2012)

Ini dia versi Android yang membawa pembaruan cukup signifikan setelah beberapa kali update yang dilakukan Google hanya membawa perbedaan minor.

Salah satunya ialah, Jelly Bean yang memungkinkan pengguna menggulir (scroll) cepat home screen ke bawah untuk melihat kumpulan informasi penting, seperti agenda, email, dan laporan cuaca. Sebelumnya, pengguliran kebawah hanya memperlihatkan notifikasi aplikasi.

Selain itu, Jelly Bean merupakan upaya pertama Google untuk menghadirkan asistem digital yang dinamai Google Now. Mulai dari versi ini, Google semakin berhasrat untuk membuat asisten digital yang lebih hidup, manusiawi, dan relevan bagi penggunanya.

10. Android 4.4 KitKat (2013)

Butuh setahun bagi Google untuk menghadirkan KitKat. Versi Android ini memberikan suasana segar dengan pembaruan antarmuka beraksen putih dan biru muda.

Pada KitKat, Google menghadirkan perintah pencarian menggunakan suara atau yang biasa disebut "Ok, Google". Fitur ini dirunding puji-pujian dari para pakar teknologi.

Di saat bersamaan, Google juga meluncurkan aplikasi pesan singkat Hangouts untuk pertama kalinya. Sayangnya, belakangan Hangouts dilabeli sebagai layanan Google yang gagal karena tak menuai penetrasi yang memuaskan.

11. Android 5.0 Lollipop (2014)

Pembaruan yang mencolok pada Lollipop tampak dari sisi desainnya yang diperhaluskan dan disesuaikan dengan zaman. Selain itu, fitur-fitur yang sudah hadir pada Android sebelumnya ditingkatkan.

Invoasi kurang terasa pada versi ini. Satu-satunya yang lumayan baru adalah dukungan untuk gambar berformat RAW. Format itu memungkinkan para ilustrator, fotografer, atau graphic designer menyimpan file dengan ukuran besar agar bisa diedit tanpa kualitas.

12. Android 6.0 Marshmallow (2015)

Menu aplikasi pada Android Marshmallow benar-benar dibuat baru. Desainnya membuat pengguna merasa naik kelas dari versi sebelumnya karena lebih dinamis.

Selain itu, ada juga fitur memory manager yang memungkinkan pengguna mengecek penggunaan memori pada tiap aplikasi. Rentan waktu pengecekannya bisa disetel dari tiga jam yang lalu hingga 24 jam sebelumnya.

Pembaruan kedua ditilik dari pengaturan volume. Pada Marshmallow, pengguna bisa mengontrol volume yang berbeda-beda pada panggilan, media, dan alarm.

Keamanan juga mendapat peningkatan pada versi ini. Google memungkinkan vendor menyematkan sensor pemindari sidik jari karena sudah didukung oleh versi Android 6.0 Marshmallow ini.

13. Android 7.0 Nougat (2016)

Nougat adalah versi Android termutakhir yang baru diperkenalkan pada ajang kumpul developer Google I/O, pertengahan 2016 ini. Beberapa lama setelahnya, Google menghadirkan Nougat secara resmi untuk publik.

Pembaruan paling mendasar pada versi Nougat adalah kehadiran Google Assistant yang menggantikan Google Now. Asisten digital tersebut lebih bisa diandalkan untuk menjalankan berbagai fungsi.

Fitur-fitur baru lainnya mencakup layar split-screen saat dipakai untuk multitasking, serta fitur Doze yang telah dikenalkan di versi Android Marshmallow sebelumnya namun telah ditingkatkan. Android Nougat juga memiliki dukungan terhadap platform virtual reality terbaru Google.

14. Android 8.0 O (2017)

Pemberian nama Nougat untuk Android versi 7.0 atau yang sebelumnya disebut Android N saja, kini Android O adalah codename dari peluncuran sistem operasi mobile Android yang akan datang. Ini pertama kali dirilis sebagai preview pengembang ala kualitas pada tanggal 21 Maret 2017. Pratinjau pengembang kedua dirilis pada 17 Mei 2017 dan dianggap sebagai kualitas beta. kata O sangat memungkinkan perusahaan yang berbasis di Menlo Park itu mengambil nama makanan atau kudapan manis, banyak yang bilang bahwa Android versi 8.0 ini akan dinamakan Android Oreo 8.0.

5 Fitur Keunggulan Yang Dimiliki OS Android O 8.0

08:08 0 Komentar
Baru-baru ini Google akhirnya mengumumkan sistem operasi Android terbarunya, Android O (8.0). Meski begitu, sistem operasi tersebut belum bisa diperlihatkan secara utuh ke publik. Perlu diketahui, Android O yang diumumkan adalah versi belum rampung. Artinya, sistem operasi ini hanya bisa digunakan secara terbatas oleh kalangan pengembang. 

Masih memerlukan waktu beberapa bulan lagi sebelum akhirnya Google merilis versi final Android O dan bisa dinikmati seluruh pengguna android.

Android O mengusung sejumlah keunggulan yang kelak bisa dimanfaatkan pengembang aplikasi. Berikut 5 Fitur Keunggulan yang dimiliki oleh Android O.

1. Performa daya baterai lebih optimal

Salah satu fitur adalan yang paling digadang-gadang adalah performa daya baterai perangkat yang diklaim lebih baik. Android O akan membatasi aplikasi yang tidak digunakan secara proaktif agar bisa menghemat data lebih banyak.

Sejauh ini, aplikasi android yang berjalan di background memang mengambil daya yang cukup besar. Karenanya, Google akan mengoptimasi aplikasi-aplikasi yang berjalan termasuk location service.

2. Kualitas audio lebih baik

Dengan bermitra bersama Sony, Google akan mengintegrasikan teknologi Bluetooth terbaru ke Android O untuk memoles kualitas audio wireless.

Pengguna Android O juga bisa menikmati kualitas suara LDAC, suara buatan Sony yang dapat memberikan kualitas musik yang lebih baik dan tajam dengan menggunakan earphone nirkabel.

3. Pengaturan notifikasi

Di Android O, pengguna bisa mengelompokkan atau bahkan memblokir jenis notifikasi. Ketika menyortir aplikasi, pengguna bisa memilahnya berdasarkan kategori atau keinginan sendiri, seperti notifikasi berdasarkan prioritas hingga yang tidak penting sekalipun. Selain itu, tapilan baru push norification di Android O juga dipoles sedemikian rupa.

4. Picture in picture

Fitur ini sebetulnya sudah hadir di aplikasi YouTube. Jadi, pengguna bisa melakukan resize layar dan membuka layar baru untuk melakukan browsing atau sekadar menggunakan aplikasi.

5. Ikon adaptif

Pengembang aplikasi juga dapat menciptakan ikon aplikasi yang bisa menyesuaikan diri di perangkat yang berbeda. Pengembang bisa membuat ikon dengan animasi interaktif dan nanti akan berubah sesuai dengan perangkat yang digunakan.

Cara Termudah Menghasilkan Uang dari Android

23:42 2 Komentar
Kita semua pasti sudah tau, Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak layar sentuh seperti telepon pintar (smartphone) dan komputer tablet. Android memang sudah sangat populer dan banyak sekali peminatnya. Seiring dengan popularitasnya, banyak para pelaku bisnis online yang memanfaatkan android untuk media bisnis.

Pada dasarnya pengguna android hanya menggunakan perangkatnya untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan berinternet saja. Padahal jika dimanfaatkan dengan benar, android juga bisa menghasilkan uang dengan mudah. Cara termudah untuk menghasilkan uang dari android adalah :

1. Mengisi Survei Berbayar

Ternyata hanya dengan mengisi survei kita sudah bisa menghasilkan uang dari internet atau bisa juga mendownload di Google Play Store, bernama Kredivo. Memang cara ini sudah terbilang instan, karena kita cukup mengisi survei saja. Setiap survei bayarannya bisa berbeda-beda tergantung dari penyedia survei tersebut.

2. Menggunakan Aplikasi Penghasil Pulsa Gratis

Aplikasi penghasil pulsa gratis sudah banyak sekali di Google Play Store, seperti Cashtree, CashPop, Coin Monster, Netzme, Whaff, dan lain-lain. Biasanya anda harus mengumpulkan saldonya terlebih dahulu untuk bisa ditukarkan dengan pulsa. Saya sendiri pun sudah pernah mencoba menggunakan aplikasi penghasil pulsa gratis seperti Cashtree. Dalam seminggu saya mampu mengumpulkan saldo sebanyak Rp 30.000, itu pun kalau rajin.

3. Membuat Blog

Sama halnya dengan saya, untuk bisa menghasilkan uang dari blog tidaklah mudah, dibutuhkan waktu sekitar 3-6 bulan bahkan lebih. Dibutuhkan pula kerja keras agar blog yang sudah kita buat tersebut dapat berkembang dan mampu mendatangkan pengunjung yang bisa menghasilkan uang. Iklan adalah penghasilan terbesar dalam dunia blogging, seperti Google AdSense.

4. Bisnis Online (Online Marketing)

Jika anda mempunyai kenalan di dunia maya yang suka menjual barang-barang kosmetik atau produk kesehatan, anda bisa menanyakan kepadanya untuk bekerja menjadi sales di online shopnya. Dengan begitu anda bisa mendapatkan uang dari online shop perminggu atau perbulan.

5. Mengikuti Program Afiliasi (Affiliate Marketing)

Afiliasi adalah menawarkan suatu produk milik pihak ketiga dan jika terjadi penjualan maka anda mendapatkan sejumlah komisi. Anda bisa memulainya dengan menjadi member affiliate di Lazada.co.id salah satu pusat belanja online terkemuka di indonesia dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara dan Indonesia.

Nama atau brand yang telah dikenal luas menjadi keuntungan tersendiri bagi anda untuk ikut mempromosikan produk yang dijual oleh Lazada. Selain itu Lazada memiliki lebih dari 65.000 item produk, artinya anda bisa memilih profuk mana yang paling sesuai dengan kategori atau tema blog anda. Mulai dari produk kesehatan, kecantikan, elektronik, peralatan rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Cara Menghemat Baterai Android Yang Cepat Habis

09:56 1 Komentar
Anda mungkin tipe orang yang suka bermain game online, mendengarkan lagu, menonton video streaming atau mendownload film berukuran besar sehingga waktu aktif android sampai berjam-jam lamanya yang bisa membuat baterai cepat berkurang dan lebih parah lagi yaitu Low Battery (baterai lemah).

Pasti ini yang membuat anda sangat kesal sehingga anda mencari sebuah artikel tentang cara menghemat baterai android dan anda menemukannya di blog ini.

Pada awal mulanya, baterai android yang cepat habis dikarenakan banyak aplikasi yang sedang berjalan atau bisa juga karena baterai android yang anda gunakan sekarang adalah baterai yang berkualitas rendah (murahan). Sebenarnya cara agar baterai android tidak mudah cepat habis cukuplah mudah, yang anda harus lakukan adalah sebagai berikut

Cara menghemat baterai android yang sering cepat habis

1. Matikan Data Seluler, Wi-Fi, GPS, dan Bluetooth.

Jika memang tidak diperlukan, sebaiknya anda matikan saja agar daya konsumsi baterai tidak terlalu banyak, terutama Data Seluler. Pemakaian daya baterai yang paling besar adalah Data Seluler.

2. Mengatur Tingkat Kecerahan layar.

Cara termudah untuk menghemat baterai android adalah mengatur tingkat kecerahan layar serendah mungkin, agar menghemat baterai dan juga tidak membuat baterai cepat panas. Anda pasti tau, untuk menghidupkan cahaya yang terang dibutuhkan

3. Jangan gunakan Live Wallpaper sebagai background utama anda.

menggunakan Live Wallpaper juga dapat membuat baterai boros. Gunakanlah wallpaper dari galeri anda yang berformat jpeg dan png.

4. Aktifkan Mode Pesawat apabila sedang melakukan perjalanan jauh.

"Mengapa saya harus mengaktifkan Mode Pesawat ?" Karena jika mode pesawat diaktifkan, maka otomatis SIM akan dicegah bisa dibilang menonaktifkan otomatis (tidak bisa digunakan untuk sementara waktu), sehingga ini bisa menghemat baterai. Tapi tenang saja, jika ingin mengaktifkannya anda tinggal mematikan Mode Pesawat tersebut.

5. Menghapus (unistall) aplikasi yang tidak berguna atau bisa juga menonaktifkan aplikasi yang jarang anda gunakan.

Cara menonaktifkannya adalah : Ke Pengaturan > Aplikasi > Pilih aplikasi yang jarang anda gunakan > Nonaktifkan.

Jika anda ingin mengaktifkan kembali aplikasi yang telah dinonaktifkan, anda tinggal kembali ke pengaturan untuk mengaktifkannya kembali. Apabila baterai android anda masih juga cepat habis, sebaiknya anda membeli baterai yang berkapasitas besar dan original di toko tempat anda dulu membeli android.